Thursday, March 27, 2008

Invitation Etiquette

by Kathryn Lemmon, Wedding Zone Staff Writer

Etiquette and tradition play an important role in preparing wedding invitations. Narrowing the guest list and assembling current addresses is just the beginning.

Invitations should be selected as soon as the date is set and the guest list is completed. Usually couples select them at least three to six months in advance to allow plenty of time for ordering, proofreading the text and addressing the invitations or hiring a calligrapher. Invitations should be mailed no later than four to six weeks before the wedding and up to eight weeks ahead for summer or holiday weddings, due to busy schedules.
The items you order for your invitation set should include the invitation itself, as well as several enclosures. The invitation announces the wedding couple and their sponsors. Of course, it also lets your guests know the date, time and location of the ceremony.

Enclosures are the small cards included with the invitation. They provide more detailed information than is available on the invitation itself. In addition to reception and response cards, you may have other types of enclosures such as pew cards, maps or "within the ribbons" cards. "Within the ribbons" or pew cards are primarily used for very formal weddings only. Pew cards are included in the invitation of guests of distinction, such as close family members and special friends. These guests present their cards upon arrival at the ceremony to receive their "within the ribbons" front row seating.

Map cards should be included for all the out-of-town guests who may have trouble finding the ceremony or reception site.

Invitations normally come with two envelopes, an inner and an outer. However, the more contemporary, square sizes usually only come with single outer envelopes. The outer envelope serves as the mailing vehicle, while the inner envelope protects the invitation. For added elegance, the inner envelopes may be enhanced with colored linings. Most inner envelopes won't have a gummed flap.

When writing your invitations, here are some key points to remember. Traditional British spelling is often used for words such as "honour and favour." Each line of the address should be centered for a balanced look. Courtesy titles such as Mr., Miss, or Mrs. are always used. The title Ms. should be reserved exclusively for business correspondence and should not be used on a wedding invitations. Military titles are handled by rank. Always spell out full names, (not nicknames or abbreviations) and dates, times and addresses are also spelled out.

Depending upon the number of enclosures, the size and weight of your invitations, extra postage may be required. It's a good idea to take one of your invitation ensembles (pre-stuffed) to the post office, so it can be weighed for the exact postage.

Here are a few additional pointers. It's customary to send an invitation to your minister, priest, or rabbi and their spouse. All children over the age of eighteen should receive their own separate invitation. Plan to order an additional 25 invitations to allow for the unexpected.

If your wedding is very small or private, you may want to send announcements to those friends and relatives you were unable to invite to the ceremony. Typically, announcements are sent immediately following the wedding and include the time and location of the ceremony. An "at home card" may accompany the announcement to inform friends and family of your new address and phone number.

Finally, you'll probably need a final guest count by two weeks prior to the ceremony, so you can notify your caterer. Some people put a number on the back of each response card, to correspond with the guest name on their master list. That way if the guest forgets to put their name on the response card, you can match up the name with the number on the list.
Read More....

Sunday, March 23, 2008

Menghemat Biaya Pernikahan, Beberapa Tips

Beberapa hal berikut mungkin berguna bagi teman-teman yang sedang membuat perencanaan pernikahan, mudah-mudahan membantu

1. Gedung tak harus strategis

Tujuan diadakannya acara pernikahan di gedung adalah untuk mendapatkan ruangan yang cukup besar menampung semua tamu dan tidak repot menyiapkannya. Tidak perlu gedung yang lokasinya sangat strategis agar tamu mudah menjangkaunya, karena tamu undangan memang sudah berniat untuk datang dimanapun lokasinya. Untuk menghemat biaya gedung, lokasinya mungkin tidak usah yang dipinggir jalan utama, yang penting mudah dicari dan aksesnya jalannya baik. Tidak usah juga gedung yang terlihat mewah karena toh nantinya juga akan didekor. Yang penting bisa menampung semua tamu undangan yang hadir. Bahkan kalau bisa, pilih gedung yang tidak komersil, dalam arti tidak disewakan secara khusus untuk mengadakan acara-acara tertentu. Mungkin Anda pernah menghadiri sebuah acara pernikahan di mesjid, gedung olah raga, atau mungkin balai warga di lingkungan rumahnya. Saya rasa tidak diterapkan tarif komersil untuk acara tersebut. Kalaupun harus membayar uang sewa, Anda tidak diharuskan memilih katering dan dekorasi dari rekanan pengelola yang tarifnya lebih mahal.

2. Di rumah pun bisa lebih indah

Acara pernikahan yang baik tidak harus di tempat yang mewah, rumah sendiri pun bisa disulap menjadi tempat acara yang indah. Ingat, faktor pertama yang mempengaruhi besar atau kecilnya biaya adalah tempat. Pernikahan di rumah sendiri bisa menghemat banyak pos pengeluaran seperti untuk sewa tempat dan katering. Bahkan di rumah pun bisa lebih indah, tinggal bagaimana kita mengaturnya saja. Kalau punya halaman luas, Anda bisa memasang tenda tertutup yang bisa menampung banyak tamu. Memang akan lebih mahal daripada tenda biasa yang terbuka, tapi tentunya masih lebih murah daripada menyewa gedung.

3. Bijak memilah undangan

Faktor kedua yang menentukan besar atau kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah undangan. Kalau Anda dibatasi oleh kuota jumlah undangan, pilih dengan baik siapa saja yang akan diundang. Mulai dari yang terdekat, baru kemudian yang jauh. Dekat bisa dalam arti hubungan dan dekat dalam arti tempat tinggal. Kalau Anda mengadakan acara akad nikah dan resepsi yang terpisah, hal ini bisa menyiasati banyaknya tamu yang diundang. Undang kerabat, tetangga dan teman-teman di lingkungan sekitar untuk menghadiri acara akad nikah yang diadakan di rumah. Sedangkan sisanya yang tidak tinggal dekat dengan rumah bisa diundang untuk menghadiri resepsinya di gedung.

4. Variatif menghidangkan makanan

Tidak perlu banyak-banyak memesan makanan, yang penting bervariasi. Daripada terlalu banyak menaruh makanan di meja prasmanan utama. Akan lebih baik membuat banyak tempat makanan kecil-kecil yang terpisah dengan hidangan yang berbeda-beda. Selain mengurangi antrian, para undangan juga tidak akan merasa kehabisan makanan karena bervariasinya hidangan.

5. Masih bisa didiskon

Walaupun Anda memilih harga paket, tidak usah sungkan untuk minta diskon. Atau ketika memesan katering, walaupun harganya sudah jelas tertera di brosur, bukan berarti tidak bisa didiskon lho. Negosiasi saja dengan pengelola kateringnya untuk diberikan diskon. Dan perhatikan dengan baik kredibilitas pengelola katering, karena Anda tidak bisa betul-betul menghitung apakah porsi yang dihidangkan sesuai dengan pesanan.
Read More....

Biaya Pernikahan

Untuk cinta? Atau untuk uang? Apapun alasan Anda untuk menikah (kami berharap karena cinta), persoalan uang dan keuangan merupakan bagian penting yang tak terlepaskan. Sebelum mengarungi bahtera pernikahan, kami sangat menganjurkan, Anda dan pasangan Anda untuk membicarakan permasalahn uang dan keuangan.
Meleburnya dua individu dalam ikatan suci pernikahan, membutuhkan bukan saja cinta tapi juga saling pemahaman dan pengertian terutama persoalan keuangan. Karena banyak sekali kejadian di mana persoalan keuangan bisa mengakibatkan keretakan kehidupan keluarga.
Untungnya, kami memiliki informasi yang dapat membantu Anda untuk mengatasi kemungkinan timbulnya permasalahan keuangan dan melangkah dengan benar dalam persoalan keuangan keluarga.
Biaya Pernikahan
Merencanakan pernikahan bukan saja dibutuhkan kesiapan mental tapi juga kesiapan modal. Biaya yang harus dikeluarkan untuk peresmian dan selamatan, tidaklah sedikit. Di bawah ini kami lampirkan contoh kebutuhan biaya untuk acara pernikahan yang umum dilakukan. Untuk lebih lengkapnya, mungkin Anda dapat berkonsultasi dengan wedding orginazer.
Dalam merencanakan acara pernikahan, banyak orang yang ingin membuat sebuah acara yang spektakuler dengan biaya yang mahal. Tapi ingat, yang terpenting dalam acara ini adalah kesiapan dalam hal keuangan.
Sesuaikan dengan keuangan yang Anda miliki. Kebiasaan masyarakat Indonesia, sebagian besar biaya pernikahan ditanggung oleh pihak perempuan, walau begitu pihak laki-laki biasanya tetap memberikan dana untuk kebutuhan tersebut.
Biaya pernikahan mudah sekali untuk membengkak, mulai dari dekorasi sampai cincin kawin. Semua ini bisa mengakibatkan kenaikan harga yang tidak sedikit. Oleh karena ini, menetapkan anggaran untuk semua pengeluaran yang harus dikeluarkan merupakan langkah yang paling bijak.
Walau pihak keluarga dalam hal ini ikut serta membiayai acara pernikahan Anda, sebaiknya Anda tau secara realistik apa yang sanggup atau bisa Anda keluarkan untuk acara ini.
Di bawah ini ada beberapa tip singkat yang dapat membantu Anda mengantisiapasi berbagai kemungkinan meningkat biaya pernikahan selama perencanaan dilakukan:
Seragam untuk keluarga bisa disewa daripada dibeli.
Pertimbangkan untuk memakai undangan yang simple dan murah. Karena setelah dibaca akan terbuang.
Biaya untuk dekorasi bisa sangat membebani. Rencanakan dekorasi seperti apa yang Anda inginkan. Cobalah untuk mencari alterntif biaya. Pertimbangkan untuk menyelenggarakannya di masjid atau menyewa ruang pertemuan dari pada di hotel.
Bicarakan siapa saja yang akan diundang. Karena ini sangat berpengaruh dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Quiz Menikah
Untuk membantu pasangan memahami posisi mereka saat ini, kami membuat quiz singkat yang kami sesuaikan dengan kondisi Indonesia, yang kami ambil dari salah satu website keuangan. Semoga dengan quiz ini dapat membantu Anda untuk memahami lebih dalam pasangan Anda dan untuk menfasilitasi kebutuhan diskusi keuangan bagi pasangan yang akan menikah. Quiz ini, sebatas melihat mengenai keselarasan Anda dan pasangan Anda dalam hal keuangan.
l Kita membicarakan masalah keuangan secara regular—Yes or No
l Kita telah memutuskan siapa yang akan mengatur masalah tagihan begitu menikah—Yes or No.
l Saya merasa pasangan saya mengelola keuangannya dengan baik—Yes or No.
l Saya tau berapa utang dan tabungan pasangan saya saat ini (sebelum menikah)—Yes or No.
l Di antara kita berdua, kami memiliki 5 kartu kredit—Yes or No.
l Saya merasa, pasangan saya selalu menghindar bila membicarakan soal uang—Yes or No.
l Kita memiliki impian keuangan yang sama—Yes or No.
l Kita sudah menyepakati berapa kebutuhan biaya untuk hidup nyaman—Yes or No.
l Bila kita mendiskusikan soal uang, pasangan saya tidak pernah menyepelekan pendapat saya—Yes or No.
l Kita memiliki rencana keuangan—Yes or No.
Untuk menghitung nilai yang didapat, untuk no. 1,2,3,4,7,8,9, dan 10 bila jawaban Anda “Yes” Anda mendapat 1 nilai. Untuk No.5 dan 6, bila jawaban Anda “No” maka Anda memperoleh 1 nilai. Total semua jawaban Anda dan perhatikan ukuran nilai di bawah ini.
Range Nilai 0-5
Bila nilai Anda berada dalam range nilai ini, maka bisa dikatakan bahwa keselarasan keuangan Anda dan pasangan Anda memerlukan perhatian. Coba minta pasangan Anda untuk menjawab quiz tersebut di atas, bila jawabannya masih tetap tidak banyak berubah, Anda dan pasangan Anda sangat membutuhkan profesional keuangan untuk membantu Anda memahami lebih dalam soal keuangan keluarga dan melihat perspektif keuangan yang sama antara Anda dan pasangan Anda.
Range Nilai 6-10
Anda dan pasangan masa depan Anda memiliki banyak kesamaan dari segi padangan mengenai uang. Pastinya cinta pada pandangan pertama bukan? Dalam hal ini Anda berada dalam jalur yang benar. Terus berkomunikasi, dan yang lebih penting lagi adalah terus lakukan perencanaan yang telah Anda buat dan ikuti perkembangannya setahun sekali. Rasa risponsibiliti Anda terlihat jelas bahwa Anda merasa bahwa perencanaan keuangan sangat penting dalam mengarungi bahtera kehidupan berumah tangga.

Satu Atap
Bila Anda memutuskan untuk menikah, kami sangat menganjurkan untuk memulai keterbukaan, baik dalam hal aset atau kekayaan yang Anda miliki maupun utang yang masih tersisa. Tidak baik untuk memberikan kejutan-kejutan dalam hal keuangan, apalagi hal yang buruk. Cobalah untuk membicarakan kedua hal ini dengan pasangan Anda.
Hutang adalah pesoalan keuangan yang seharusnya Anda infromasikan kepada pasangan Anda. Dengan membicarakan hal ini bisa menjadikan awal yang baik dengan adanya saling keterbukaan dan kejujuran.
Dalam hal pengelolaan keuangan, mungkin ada yang lebih menyukai untuk tetap memiliki tabungan masing-masing. Yang lebih penting di sini adalah menetapkan siapa yang membayar, apa yang dibutuhkan keluarga. Tapi yang lebih penting lagi adalah siapa yang akan melakukan investasi guna mencapai tujuan keuangan yang Anda dan pasangan Anda impikan.
Dalam hal pengeluaran, cobalah untuk menyepakati beberapa aturan dasar keuangan. Misalkan bila salah satu Anda ingin membelanjakan sesuatu dengan nilai cukup besar, diskusikan dengan pasangan Anda terlebih dahulu. Satu acc. Atau dua, yang terpenting adalah menganggarkan kebutuhan pengeluaran Anda berdua. Biasanya pasangan memberikan cadangan pengeluaran personal bagi mereka berdua. Sepakati nilainya.

Menabung Sedini Mungkin
Mulailah menentukan tujuan yang Anda dan pasangan Anda inginkan. Bergantung dari tujuan keuangan yang Anda dan pasangan miliki, Anda memiliki waktu dari hanya beberapa tahun sampai lebih dari 30 tahun untuk menyisihkan dan menginvestasikan uang yang Anda hasilkan setiap bulan. Semakin panjang waktu yang Anda miliki akan semakin sedikit uang yang harus Anda sisihkan dan investasikan untuk tujuan keuangan (nilai) yang sama. Misalkan Anda ingin memiliki uang di saat Anda berumur 50 tahun sebesar Rp. 1 miliar dan Anda hanya memiliki waktu 10, 15, 20, 25, 30, 35 dan 40 tahun untuk mencapainya maka Anda harus menyisihkan sebesar (asumsi bunga 10 persen/ tahun):
Terlihat jelas dalam contoh perhitungan ini, semakin panjang waktu yang Anda miliki akan semakin sedikit uang yang harus Anda sisihkan secara regular setiap bulan atau tahunnya. Bila Anda memiliki waktu 40 tahun lagi untuk mencapai Rp.1 miliar maka Anda hanya membutuhkan dana setiap bulan untuk diinvestasikan sebesar Rp.171,200. Oleh karenaitu, kami sangat menganjurkan Anda, untuk memulianya sekarang, saat Anda memulai kehidupan Anda berdua.
Satu hal lagi yang juga perlu Anda pertimbangkan berdua adalah soal proteksi—asuransi. Cobalah untuk meninjau ulang apa yang dimiliki pasangan Anda dan Anda. Karena berjaga-jaga terhadap segala musibah yang mungkin terjadi merupakan langkah bijak, apalagi waktu yang Anda miliki masih panjang. Jangan tunda untuk merencanakan proteksi bagi Anda dan pasangan Anda. Selamat menempuh hidup baru.


Read More....

Saturday, March 22, 2008

Cincin Kawin Sebuah Kewajiban?

Cincin tunangan tanda cinta? Cincin kawin tanda cinta? Sepertinya semua orang setuju, tetapi apabila hal ini menjadi sebuah kewajiban, rasanya anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Cincin tunangan atau cincin kawin sebaiknya dianggap sebai simbol status saja, sehingga bila pasangan kita tidak memakai cincin kawin, maka bukan berarti pasangan kita sudah tidak sayang atau tidak cinta lagi. Untuk yang beragama Islam, penggunaan cincin kawin bukan sebuah kewajiban, dan tidak boleh menjadikan sebuah benda begitu berharga dan berarti karena pada akhirnya akan menjadikan pemakain menjadi tergantung dan merasa tidak nyaman apabila tidak memakai cincin kawin.


Read More....

Friday, March 14, 2008

Commons Mistakes On the Wedding Day

Every bride wants a fairytale wedding. Therefore, this article is to try and minimize problems that may occur during a wedding reception. Listed below are the more common mistakes made by brides and grooms during your wedding reception. We will tell you what to do! Don’t leave early. Your guests came from near and far to see you on your wedding day. Not staying the whole time of the reception would be a slap in the face. This will be the only time most of your family and friends will be able to see you as you will be very busy with last minute preparations the days leading up to the wedding.Setup all the tables. Your wedding vendors will need to know where to set-up. Be sure there is a table for the wedding cake, music entertainment, catered food, sign-in near the entrance, gift table, tables and chairs for all your guests to eat and any other tables you may have planned for specialty items.Preplan with your vendors a day or two before the wedding. Be sure all your wedding vendors know exactly what you want. Clarify times and location so you don’t need to worry about them.Don’t arrive late to the reception. It is customary that guests do not start eating until the bride and groom start the food line. Be sure to get as many of your pictures taken BEFORE the wedding. There are many ways to accomplish this. One is to have the entire bride’s family pictures taken. Then, have the bride return to the dressing room. Next, take pictures of the groom and his family as guests can see the groom before the wedding. This way you will not compromise the groom seeing the bride before the wedding. Therefore, all that is left after the ceremony are pictures of the happy couple.Don’t seat the young at heart directly in front of the music entertainment. Older generations are at a wedding typically to socialize with their family and friends. If they cannot hear each other talk, an unhappy situation may occur. So, if by choice, seat the young at heart near the wedding party but away from the entertainer’s speakers. Don’t have one particular type of music. There are many different types of people in the world. And yes, they include your family and friends. For example, the bride and groom may love country music. It doesn’t mean you have to play country music the whole night. There is a lot of celebration music besides what you like.Start the food line or meal as soon as possible. Guests plan their meal times the day of your wedding around your reception. Guest will not eat a big meal before your wedding because they know they will be eating at your reception. Don’t starve them.Know what it will cost you if the reception goes into overtime. Ask the reception facility exactly how long you have the hall to rent and what time you must be out. Please allow time for cleanup if you are the ones doing it. What is the overtime charge for the facility, music entertainment, photography, etc?Greet and say hello to all your guests. Finally and most importantly, greet all your guests. Make an effort to have a conversation with each and every person. They are there to celebrate your marriage. Give them the common courtesy of thanking them for coming to your wedding.Don’t get drunk and obnoxious. Keep in mind the only time brides and grooms eat during the wedding day rituals are at the wedding reception. There’s not much food in your stomach and alcohol will affect you much faster. Try and eat throughout the day and watch how much you drink. You want your guests to remember how beautiful the bride looked, not how you acted.


Read More....

Thursday, March 13, 2008

Periksa Kesehatan Sebelum Menikah

Perlukah memeriksakan kesehatan bagi calon pengantin????
Beberapa orang mungkin merasa kurang nyaman dengan mengajak calon pasangannya melakukan pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan sebenarnya perlu untuk dilakukan, dan sebaiknya dilakukan. Apapun hasil pemeriksaan, toh kita tetap sayang dengan calon pasangan kita.

Manfaat dari pemeriksaan kesehatan sebelum menikah adalah
  1. Kita dapat mengetahui riwayat kesehatan kita masing-masing.
  2. Bisa mengantisipasi bila ada penyakit keturunan, sehingga kita akan lebih waspada terhadap kesehatan anak kita kelak.
  3. Masing-masing pasangan dapat menjaga untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mungkin merupakan pantangan bagi pasangannya.
Read More....
 

Blog Archive

Recent Post

Copyright © Pernikahan Powered by Blogger. A-R Mag Blogger Template By Ahmad Rifai | 5-Shops